bagaimana jika permintaan maafmu waktu itu, tak pernah bisa aku terima?
padahal aku sudah berjanji akan memprosesnya, agar lega hatimu
tapi, bagaimana jika itu benar benar terjadi?
di luar segala kendali yang selalu coba aku rengkuh
bagaimana jika rasa kecewa yang pernah kau toreh di hatiku,
menetap selamanya di sana?
hingga suatu hari ku kira semua sudah membaik,
ternyata dia hanya sempat aku lupakan sesaat
apa yang harus aku sampaikan padamu?
jika rasa kecewa itu tidak bisa aku redam
dan diam-diam menjelma menjadi jurang
yang justru akan menjadi tempatmu terjatuh nanti
tak pernah keluar satu pun kata buruk dari mulutku
atau bahkan terbesit sedikit saja di hatiku,
namun ia bergerak sendiri menuju Tuhan, tanpa ku tahu
apa yang harus aku katakan padamu nanti?
bagaimana jika,
tak pernah aku sadari
kekecewaan yang terlalu dalam itu
bisa mengalahkan doa ibumu?
bagaimana aku menjelaskannya padamu?
