Luka di Bulan September #3
September 14, 2026Apakah perpisahan ini akan menjelma menjadi rindu yang mengetuk pintu kamarmu di malam hari? Akankah rasa rindu itu menyelinap ke dalam selimut yang turut mendekapmu? Akankah aku dirindukan, seolah kehadiranku pernah berarti?
Masih saja aku menguji realita, memastikan apakah semua itu nyata atau aku yang masih menyangkal.
Kakiku melayang, ia mencoba berpijak. Namun pusaran mimpi enggan melepasnya turun. Kepalaku tidak mau tenang, ia memastikan pasukannya tetap dalam komando. Agar tubuhku, tidak bergerak di luar kendali.
Harusnya ini memang usai, namun aku masih mengais kemungkinan hanya untuk meredakan kekalahan.
Mengais, kemudian menangis.